Ads 468x60px

Featured Posts

RSS



Bahan Tambahan Makanan YANG BERBAHAYA BAGI KESEHATAN (TARTRAZINE DAN KALIUM SORBAT)





Sebelum membahas mengenai Tartrazin dan kalium sorbat kita cari tahu dulu yuk apa itu BTM  ??????


Aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin. Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman dahulu.  Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis. Bahan tambahan makanan adalah bahan yang secara alamiah bukan merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.


Apa alasan penggunakan aditif makanan ??????


Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim, pigmen dan lain-lain. Adakalanya makanan yang tersedia tidak mempunyai bentuk yang menarik meskipun kandungan gizinya tinggi. Umumnya pengolahan makanan selalu berusaha untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Makanan yang tersaji harus tersedia dalam bentuk yang lebih menarik, rasa enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food aditiva).




A. Tartrazine

 

 


                  Tartrazine                         Tartrazine in Food

Selama ini tanpa kita sadari, banyak sekali zat tambahan pada makanan kita. Zat-zat tambahan tersebut dapat berupa penguat rasa, pemberi aroma, pemberi warna, ataupun pengawet.  Warna dapat memperbaiki dan memberikan daya tarik pada makanan. Penggunaan pewarna dalam bahan makanan dimulai pada akhir tahun 1800, yaitu pewarna tambahan berasal dari alam seperti kunyit, daun pandan, daun suji, coklat, wortel, dan karamel. Zat warna sintetik ditemukan William Henry Perkins tahun 1856, zat pewarna ini lebih stabil dan tersedia dari berbagai warna. Zat warna sintetis mulai digunakan sejak tahun 1956 dan saat ini ada kurang lebih 90% zat warna buatan digunakan untuk industri makanan. Pewarna dalam pangan dapat meningkatkan penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Salah satu zat pewarna yang sering digunakan adalah tartrazin. Tartrazin atau Yellow 5 atau C.I.29140 adalah bahan pewarna sintetik yang memberikan warna kuning pada bahan makanan maupun minuman. Tartrazine secara komersial digunakan sebagai zat aditif makanan dan kosmetika yang sangat menguntungkan, karena dapat dengan mudah dicampurkan untuk mendapatkan warna yang ideal. Tartrazin menghasilkan warna kuning lemon sehingga memberikan warna kuning yang lebih menarik. Tartrazin juga digunakan pada produk bukan makanan seperti sabun, shampoo, moisturizer, pewarna alis, produk perawatan rambut dan sebagainya. Tartrazine merupakan suatu senyawa pewarna yang umum digunakan serta memiliki warna kuning jingga. Tartrazine mudah larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol 50% serta mudah larut dalam gliserol dan glikol. Senyawa ini juga terhadap asam asetat, HCl, NaOH 10%

Bahan ini juga sering dikombinasikan dengan Brilliant Blue FCF (suatu bahan pewarna) untuk memberikan gradasi warna hijau. Tartrazin banyak terdapat pada produk makanan, minuman, mie instant, pudding, serta permen. Zat ini juga terdapat dalam sabun, kosmetik, sampo, serta moisturizers.

Pada jumlah yang tinggi, tartrazin dapat menyebabkan sejumlah alergi dan intoleransi bagi orang-orang yang intoleransi terhadap aspirin atau penderita asma. Gejala alergi terhadap tartrazin dapat timbul apabila senyawa ini terhirup atau ditelan. Gejala alergi yang dapat timbul diantaranya adalah sesak napas, pusing, migrain, pandangan kabur, serta sulit tidur.

Concern dampak tartrazine bagi kesehatan terutama adalah bagi anak-anak. Dari suatu penelitian di Inggris, ditemukan bahwa anak yang mengkonsumsi pangan yang mengandung tartrazine dapat menyebabkan hyperaktif, kesulitan konsentrasi dan kesulitan belajar membaca. Sementara jika digabung dengan pengawet natrium benzoat, maka kedua bahan ini saling melengkapi menyebabkan sakit kepala migrain yang parah.  Dampak lain tartrazine adalah dapat memicu alergi, anak-anak siaga penuh (maksudnya tidak bisa tidur) pada malam hari, pandangan mengabur, bercak ungu pada kulit (sumber: The New Additives Code Breaker). Menurut The American Academic of Pediastrics Committee on Drugs, tartrazin merupakan zat yang bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, diantaranya adalah tumor pada kelenjar tiroid, Lymphocytic lymphomas, serta kerusakan kromosom. Pada penggunaannya, dilaporkan muncul reaksi hipersensitifitas (alergi) pada penderita asma, tumor pada anak-anak dan intolerasi pada aspirin. Hal itu bisa terjadi karena tertelan tartrazin ataupun kontak langsung kulit dengan tartrazin. Insidensi kejadian intoleransi terhadap tartrazin ini relatif sedikit, sehingga disimpulkan penggunaannya pada dosis minimal masih dianggap cukup aman. Namun, setiap bahan makanan yang mengandung tartrazin harus disebutkan pada label kemasan. Di Amerika, FDA (Food and Drug Administration) secara rutin memeriksa kalau-kalau ada produk yang mengandung tartrazin namun tidak mencantumkannya. Penggunaan tartrazin sendiri telah dihentikan di beberapa negara, yakni Austria, Norwegia, serta Jerman.

Tartrazine atau dikenal dengan rumus kimia C16H9O9N4S2Na3 dan berat molekul 534,39. Tartrazine merupakan tepung berwarna kuning jingga yang mudah larut dalam air, dengan larutannya berwarna kuning keemasan.
Berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 ditetapkan bahwa zat warna yang diizinkan dalam makanan dan minuman adalah300 mg/kg atau 0,3  mg/g.
Tartrazin memiliki ADI : 7,5 mg/kg berat badan.

Berikut adalah daftar makanan yang mungkin mengandung tartrazin. Ada tidaknya, sedikit banyaknya kandungan tartrazine tergantung pada kebijakan perusahaan manufaktur atau koki yang membuat makanan antara lain minuman ringan, puding, keripik, sereal, kue, sup, saus, es krim, permen, selai, jeli, mustard, acar, yogurt, mie, dan jus. Selain itu untuk produk Medis swperti Vitamin, antasida, kapsul dan obat-obat preskripsi tertentu.


B. Kalium Sorbat (C6H7KO2)


 


       Kalium sorbat adalah kalium garam dari asam sorbat. Penggunaan utamanya adalah sebagai pengawet makanan. Kalium Sorbat mempunyai berat molekul 150,22 g/mol. Kalium sorbet mudah larut dalam air dan sukar larut dalam etanol, propilen glikol. Kalium sorbat tergolong asam lemak monokarboksilat yang berantai lurus dan mempunyai ikatan tidak jenuh (α-diena). Bentuk yang umum digunakan adalah Na-, Ca- dan K- Sorbat. Tujuan penambahannya adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur dan kapang.

        Sifat-sifat dari Kalium sorbat yaitu: Berbentuk kristal putih atau berbentuk tepung,Berbau khas, Larut di dalam air, Sukar larut di dalam etanol dan eter , Jarak lebur antara 132oC dan 135oC, Air tidak lebih dari 0,5 % , Sisa pemijaran tidak lebih dari 0,2 % , Logam berat tidak lebih dari 10 bpj

        Kalium sorbat efektif dalam berbagai aplikasi termasuk makanan , anggur , dan perawatan pribadi. Zat pengawet K-sorbat mempunyai fungsi dan batasan maksimum penggunaan yang sama dengan asam benzoat. Oleh karena itu penggunaan K-sorbat sebagai pengawet dalam bahan makanan juga tidak boleh berlebihan agar tidak terjadi keracunan. ADI K-sorbat adalah 25 mg/kg berat badan. Penggunaan maksimum K-sorbat dalam makanan berkisar antara 0,05 – 0,3 % untuk yang diaplikasikan langsung dan antara 10 – 20 % untuk yang disemprotkan atau diaplikasikan pada permukaan makanan. Garam sorbat itu lebih sering digunakan karena mempunyai kelarutan yang lebih baik dalam air dan bekerja dalam keadaan tak terdisosiasi, dengan keaktifan 10 – 600 kali bentuk asamnya.  

-    Toksikologi
        Kalium sorbat dianggap aman karena catatan keamanan jangka panjang dan profil tidak beracun. Kalium sorbat adalah non-iritasi dan non-sensitif. Tetapi pada kondisi yang ekstrim (suhu dan konsentrasi sorbat tinggi) kalium sorbat dapat bereaksi dengan nitrit membentuk produk mutagen yang tidak terdeteksi di bawah kondisi normal penggunaan, bahkan dalam curing asinan. Asam sorbat kemungkinan juga memberikan efek iritasi kulit apabila langsung dipakai pada kulit, sedangkan untuk garam sorbat belum diketahui efeknya terhadap tubuh.


-    Penggunaan
        Kalium sorbat digunakan untuk menghambat kapang dan ragi dalam makanan, seperti keju, anggur, yoghurt, daging kering, cider apel dan makanan yang dipanggang. Hal ini juga dapat ditemukan dalam daftar bahan banyak buah kering produk. Selain itu, produk suplemen makanan herbal umumnya mengandung kalium sorbat, yang berfungsi untuk mencegah jamur dan mikroba dan meningkatkan umur simpan, dan yang digunakan dalam jumlah di mana tidak ada dikenal efek kesehatan yang merugikan. Pelabelan pengawet ini dibaca sebagai “kalium sorbat” pada laporan bahan. Selain itu, banyak digunakan dalam produk perawatan pribadi untuk menghambat perkembangan mikroorganisme untuk stabilitas rak. Beberapa produsen menggunakan bahan pengawet ini sebagai pengganti parabens.

        Juga dikenal sayang sebagai “stabilizer anggur”, kalium sorbat menghasilkan asam sorbat ketika ditambahkan ke anggur. Ini melayani dua tujuan. Bila aktif fermentasi telah berhenti dan anggur itu memeras untuk terakhir kalinya setelah kliring, sorbat kalium akan membuat setiap ragi yang masih hidup tidak mampu berkembang biak. Ragi yang hidup pada saat itu dapat terus setiap fermentasi sisa gula menjadi CO 2 dan alkohol, tetapi ketika mereka mati tidak ada ragi baru akan hadir untuk menyebabkan fermentasi masa depan. Ketika sebuah anggur manis sebelum pembotolan, kalium sorbat digunakan untuk mencegah refermentation bila digunakan bersama dengan metabisulfite kalium. Hal ini terutama digunakan dengan anggur manis, anggur berkilauan, dan beberapa ciders keras namun dapat ditambahkan ke meja anggur yang memperlihatkan kesulitan dalam mempertahankan kejelasan setelah denda.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "